• image source: SINDOnews

    Pelemahan Rupiah yang menyentuh angka psikologis 
    Rp17.000 per Dolar AS di awal 2026 ini memang menciptakan situasi ekonomi yang unik dan kontradiktif. Di satu sisi ada kekhawatiran, tapi di sisi lain ada peluang besar bagi instrumen investasi tertentu.

    Mari kita bedah lebih dalam dinamika ekonomi Januari 2026 ini!

    Emas Lagi Naik Daun

    Harga emas dunia pakai Dolar. Kalau Dolar makin mahal ke Rupiah, otomatis harga emas di toko emas langganan kita ikut naik. Yang dari dulu nyetok emas (baik fisik kayak antam atau digital). Nilai duit mereka sekarang auto-jackpot. Emas jadi kayak benteng pertahanan paling kokoh saat ekonomi lagi nggak jelas kayak sekarang. Cocok buat yang mau amankan duit biar nggak kemakan inflasi.

    Efek Makan Bergizi Gratis sebesar Rp335 Triliun

    Alokasi dana sebesar ini untuk tahun 2026 adalah salah satu pengeluaran negara terbesar dalam sejarah modern Indonesia.

    Pemerintah siap gelontorin duit segede gaban buat program makan siang gratis. Duit sebanyak ini bakal muter ke warung-warung, tukang sayur, peternak ayam, dan UMKM lokal di pelosok negeri. Biar daya beli rakyat jelata tetap kuat, meskipun harga barang impor (kayak HP atau sparepart motor) lagi naik gara-gara Rupiah lemah.

    Prediksi HSBC, Pasar Saham Malah Menguat?

    Ini yang unik. Rupiah lemah, kok saham bisa naik?

    Perusahaan Indonesia yang jualan produk ke luar negeri (sawit, batu bara, nikel) kan dibayar pakai Dolar. Nah, pas Dolar itu dituker ke Rupiah yang lagi lemah, untung mereka jadi berlipat ganda! Bagi bule-bule yang pegang Dolar, saham perusahaan di Indonesia jadi kelihatan murah banget. Makanya mereka diprediksi bakal masukin duit ke bursa saham kita, bikin IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) ikutan bullish(menguat).

    Dampak ke Dompet Kita

    Siap-siap aja kalau mau beli iPhone terbaru, harganya mungkin bakal sedikit lebih mahal dari perkiraan. Harga minyak dunia pakai Dolar. Pemerintah jadi pusing mikirin subsidi BBM. Kita tinggal nunggu, harga Pertamax bakal naik nggak ya di bulan depan?

    Gimana guys, udah siap-siap nyetok emas atau malah mau coba main saham eksportir nih dengan kondisi ekonomi kayak gini?

    -TE

  • image source: antaranews

    Per Januari 2026 ini, progres LRT Jakarta Fase 1B (Velodrome – Manggarai) emang lagi jadi buah bibir karena progres fisiknya sudah sangat matang dan mulai masuk tahap tes jalan yang lebih serius.

    Yuk, kita bahas serunya kalau rute ini sudah beroperasi penuh nanti:

    Manggarai Bakal Jadi “Jantung” Transportasi Canggih

    Bayangin, Stasiun Manggarai sekarang sudah berubah total jadi pusat integrasi raksasa.

    • Dulu: Manggarai itu identik sama drama transit yang penuh perjuangan.
    • Sekarang (2026): Dengan masuknya LRT Jakarta ke sini, Manggarai bener-bener jadi titik temu KRL Commuter Line, KA Bandara, dan LRT. Desain stasiunnya sekarang jauh lebih luas, pakai teknologi digital signage yang canggih, dan akses antar-peron yang nggak bikin napas habis.

    Velodrome ke Manggarai: Cuma Kedipan Mata

    Kalau dulu rute Rawamangun (Velodrome) ke arah pusat atau selatan itu penuh tantangan kemacetan di area Pramuka dan Matraman, lewat LRT ini kabarnya cuma makan waktu sekitar 13-15 menit aja!

    • Ini solusi banget buat anak-anak Rawamangun, Kelapa Gading, dan sekitarnya yang kerjanya di area Sudirman atau Kuningan. Tinggal nyambung sekali dari Manggarai pakai KRL atau TransJakarta.

    Stasiun-Stasiun Baru yang Kece

    Di sepanjang jalur 6,4 km ini, ada beberapa stasiun baru yang desainnya kekinian banget (sangat Instagrammable tapi fungsional). Ada Stasiun Rawamangun, Pramuka Penggiat, Pasar Pramuka, Matraman, sampai ke Manggarai.

    • Kawasan Pasar Pramuka juga dapet “wajah baru” karena adanya integrasi stasiun ini, jadi lebih tertata dan nggak semrawut kayak dulu.

    Bikin Berangkat Kerja Gak Melelahkan Lagi

    Tujuan utama proyek ini di 2026 adalah mengurangi beban jalan raya di Jakarta Timur ke Pusat yang selalu merah di Google Maps.

    • Efeknya: Kita nggak cuma irit waktu, tapi irit tenaga. Keretanya masih baru, AC-nya dingin banget, dan yang paling penting: jadwalnya presisi. Jadi kamu bisa hitung waktu berangkat dari rumah sampai meja kantor dengan akurat.

    Kabar Uji Coba Minggu Ini

    Minggu ini, fokus uji cobanya adalah memastikan sistem signaling (persinyalan) antara kereta dan stasiun berjalan mulus tanpa delay. Kalau semua lancar, targetnya beberapa bulan lagi masyarakat sudah bisa menjajal rute ini secara resmi.

    Gimana excited ga untuk mencoba?

    -TE

  • image source: thenewyorktimes

    Rupiah vs Trump Effect 2.0

    Dulu waktu awal dia menang (akhir 2024), banyak yang takut Rupiah bakal anjlok parah. Kenapa? Karena investor pada lari balik ke Amerika gara-gara janji Trump soal pajak rendah di sana.

    Kenyataannya, emang sempat “goyang” sih, Rupiah sempat nyentuh angka Rp16.000-an. Tapi untungnya, ekonomi kita sekarang sudah lebih kuat mental. Setahun ini Rupiah jadi kayak lagi naik rollercoaster, tapi nggak sampai terjun bebas yang bikin panik luar biasa.

    Perang Tarif yang “Gemas”

    Trump itu terkenal suka banget pasang tarif pajak tinggi buat barang impor, terutama dari China.

    Efeknya ke Indonesia, sebenarnya bisa jadi berkah tersembunyi buat kita. Karena barang China di AS jadi mahal banget, pembeli di Amerika jadi nengok ke Indonesia. Kita jadi punya peluang buat jualan sepatu, baju, atau furnitur lebih banyak ke sana. Istilahnya: “Cina yang berantem, kita yang dapet rejeki.”

    Fokus di 2026

    Memasuki tahun kedua jabatannya (2026 ini), Trump lagi gencar banget soal energi.

    Dia lagi nyuruh Amerika buat ngeruk minyak sendiri sebanyak-banyaknya. Efeknya? Harga minyak dunia jadi nggak terlalu liar, dan ini bagus buat dompet kita karena harga BBM di Indonesia jadi lebih stabil.

    Kabar Baik buat RI

    Ada kabar kalau akhir bulan ini (Januari 2026), tim ekonominya Trump mau finalisasi perjanjian dagang baru sama Indonesia. Kalau ini deal, barang-barang buatan Indonesia bakal lebih gampang masuk ke pasar Amerika tanpa kena pajak yang bikin pusing. Kuncinya buat kita di Indonesia sih cuma satu: tetap waspada tapi jangan baperan sama berita dari Washington.

    Menurut Kalian gimana guys?

    -TE

  • image source: ligagamesesports

    Wah, ini seru nih! 
    Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, bakal jadi pembuktian baru buat atlet kita. Karena sekarang sudah Januari 2026, atmosfer persiapannya makin berasa “panas” di pelatnas.

    Ingat kan, di Asian Games sebelumnya kita “cuma” bawa pulang 7 emas (peringkat 13)? Nah, tahun ini pemerintah dan Kemenpora lagi ambisius banget buat masuk lagi ke 10 besar Asia. Targetnya nggak main-main, harus lebih dari 7 emas! Makanya, dari awal Januari ini, atlet-atlet kita udah nggak ada waktu buat leha-leha.

    Cabor Andalan: Masih Badminton & Panjat Tebing?

    • Badminton: Ini harga mati. Setelah performa yang naik-turun kemarin, tahun ini tim bulutangkis kita bener-bener digembleng biar bisa “meledak” di Jepang.
    • Panjat Tebing: Jagoan kita kayak Veddriq Leonardo dkk masih jadi tumpuan utama. Kita masih jadi “raja” di nomor speed, dan harapannya di Nagoya nanti mereka bisa sapu bersih emas lagi.
    • Angkat Besi: Eko Yuli dkk juga lagi latihan gila-gilaan karena angkat besi selalu jadi lumbung medali kita.

    Ada Cabor Baru Padel!

    Ini yang menarik, Padel resmi masuk Asian Games 2026. Di Indonesia, olahraga ini lagi hype banget di kalangan anak muda dan selebritis. Siapa tahu kita bisa kasih kejutan di cabor baru ini!

    Kenapa Nagoya Bakal Seru?

    Jepang itu tuan rumah yang rapi banget. Fasilitasnya pasti top, dan cuaca di bulan September-Oktober di sana lagi enak-enaknya (musim gugur). Jadi, penonton yang mau berangkat ke sana juga bakal dimanjakan sama pemandangan yang cakep.

    Gimana, menurutmu cabor apa yang paling berpeluang kasih emas tahun ini? Atau kamu ada rencana mau nonton langsung ke Jepang?

    -TE

  • image source: kompas

    La Niña “Lemah” tapi Berasa

    Walaupun judulnya La Niña “lemah”, tapi jangan disepelekan. Efeknya ke kita di Indonesia itu kayak dapet “bonus” hujan yang nggak abis-abis.

    Kenapa harus waspada? Karena hujannya nggak cuma sering, tapi juga ekstrem. Buat yang sering lewat jalur rawan banjir atau genangan di kota-kota besar, harus ekstra sabar karena Januari-Februari ini puncaknya. Karena hujan terus, petani cabai atau bawang sering pusing karena tanamannya gampang busuk. Jadi jangan kaget kalau harga sambal di warung atau pasar bisa agak “pedas” juga harganya.

    Bumi Lagi “Demam” Parah (1,46°C)

    Angka 1,46°C itu kedengarannya kecil, tapi buat Bumi itu kayak kita lagi demam tinggi yang nggak turun-turun.

    Kok Bisa Panas? Padahal ada La Niña yang biasanya bikin adem, tapi karena polusi dan gas rumah kaca makin numpuk, efek “pendingin” dari alam jadi nggak mempan. Kalau lagi nggak hujan, panasnya bakal kerasa nyengat banget (panas kentang-kentang kalau orang bilang). Istilah kerennya Urban Heat Island kota jadi kayak oven karena aspal dan beton nyimpen panas.

    Tahun ini tuh kayak kita lagi diuji buat adaptasi. Jas hujan atau payung wajib ada di tas/bagasi motor. Jangan cuma buat gaya, tapi emang cuaca lagi nggak bisa ditebak. Cuaca yang gonta-ganti (pagi panas terik, sore hujan badai) itu lahan subur buat flu dan batuk. Jangan lupa vitamin dan banyak minum air putih. Karena suhu rata-rata makin naik, tagihan listrik buat AC atau kipas angin kemungkinan besar bakal naik juga tahun ini.

    Kita harus pinter-pinter jaga kesehatan dan pantau terus info cuaca biar nggak terjebak macet gara-gara banjir!

    Waspada selalu ya teman-teman!


    -TE

  • imagesource: BYDBIPO

    Kalau kita bahas harga ban BYD, ini juga termasuk poin menarik karena mobil listrik butuh perlakuan khusus soal ban. Yuk coba kita bandingkan!

    Ban EV Beda dari Ban Bensin Biasa

    Ban mobil listrik (EV) seperti BYD itu didesain khusus. Mereka harus lebih kuat menahan bobot mobil yang lebih berat (karena baterai besar) dan harus super senyap karena nggak ada suara mesin yang nutupin suara ban.

    Harga Ban OEM BYD

    BYD menggunakan beberapa merek ban ternama sebagai ban standar (OEM), seperti Giti Control P10 atau Continental EcoContact 6. Harganya bervariasi tergantung ukuran mobilnya: 

    • BYD M6 (ukuran 225/55 R17): Harga rata-rata sekitar Rp 1,3 juta hingga Rp 1,5 jutaper ban.
    • BYD Atto 3 (ukuran 215/55 R18 atau 215/60 R17): Harganya cenderung lebih tinggi, bisa mencapai sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ban, tergantung merek dan tipe bannya.
    • BYD Dolphin (ukuran 195/60 R16 atau 205/50 R17): Harganya lebih terjangkau dibanding Atto 3, tergantung ukuran yang dipilih. 

    Pilihan Ban Alternatif

    Kalau harga ban OEM dirasa mahal, ada banyak pilihan merek lain yang lebih murah seperti GT Radial, yang direkomendasikan untuk BYD Atto 1 (Seagull) dengan harga mulai dari Rp 500 ribuan per ban. 

    Harga Ban Serep

    Ban serep atau cadangan untuk BYD juga tersedia, misalnya untuk M6 atau Seal harganya sekitar Rp 2,8 jutaan (velg dan ban). Tapi untungnya, ketersediaan ban BYD di pasaran (baik online maupun toko fisik) sangat terjamin

    Apakah kamu ingin membahas biaya upgrade ban atau tips memilih ban yang tepat untuk mobil listrik?

    -TE

  • image source: byd singapore

    Kalau kita bahas lebih lanjut soal BYD yang jadi raja baru mobil listrik di Indonesia, ini sebenarnya menarik banget. Mereka sukses besar karena “taktik perangnya” beda dari merek lain.

    Berikut adalah bahasan kenapa BYD (M6, Atto 3, dan Dolphin) bisa laku keras dan mendominasi pasar:

    Target ke segmen keluarga BYD M6

    Jurus paling jitu BYD. Mereka sadar betul kalau orang Indonesia itu suka banget mobil keluarga (MPV 7-seater).

    BYD M6 hadir sebagai mobil listrik MPV pertama yang serius dan terjangkau di pasaran. Merek lain masih sibuk jualan SUV 5-seater atau city car kecil.
    Keluarga Indonesia yang pengen beralih ke listrik langsung punya pilihan yang make sense buat mudik atau jalan-jalan bareng keluarga besar. Ini yang bikin penjualannya langsung meledak dan jadi model paling fenomenal.

    Kombinasi Harga dan Kualitas Baterai

    BYD nggak cuma jual murah, tapi jual teknologi yang bikin tenang.

    • Blade Battery: Ini yang paling penting. Baterai mereka (Blade Battery) diklaim super aman dan tahan banting. Di tengah isu risiko kebakaran baterai di tahun 2026, jaminan keamanan ini bikin konsumen lebih percaya diri beli BYD.
    • Harga Kompetitif: Karena sudah rakitan lokal (CKD) dan menguasai hampir 57% pangsa pasar, BYD bisa menekan harga jual Atto 3 dan Dolphin jadi sangat kompetitif, ngalahin merek Jepang atau Korea.

    Jaringan Dealer yang Gercep

    Belajar dari kasus Henry, BYD langsung bangun jaringan dealer yang masif dan jelas di seluruh Indonesia. Jadi, konsumen jadi yakin kalau beli BYD, mereka nggak akan kesulitan cari bengkel atau sparepart di masa depan. Jaminan purna jual ini yang bikin orang nggak ragu buat beli.

    Desain yang “Masuk” Selera Indonesia

    Desain mobil BYD juga lumayan luwes dan nggak terlalu aneh. Dolphin yang hatchback modern atau Atto 3 yang SUV futuristik, desainnya diterima dengan baik di pasar. Nggak terlalu polarizing kayak beberapa desain EV lain yang terlalu “kartun” atau terlalu kaku.

    BYD sukses besar karena mereka jeli melihat kebutuhan pasar Indonesia (mobil keluarga MPV), ngasih jaminan keamanan baterai yang dicari-cari, dan punya jaringan dealer yang meyakinkan. Dengan pangsa pasar hampir 60% EV yang masuk di Indonesia.

    Kira-kira, menurutmu apa yang bikin merek lain (kayak Hyundai atau Wuling) susah ngejar dominasi BYD ini?

    -TE

  • image source: pikiranrakyatsurabaya

    Kalau kita bahas soal pemerintah yang “tutup keran” insentif buat mobil impor (CBU), ini sebenarnya jadi drama paling seru di dunia otomotif. Bahasanya, pemerintah lagi bersih-bersih dari merek yang cuma numpang lewat

    Gak Bikin Pabrik, Gak Ada Diskon

    Pemerintah per 1 Januari 2026 ini udah nggak mau lagi jadi penonton. Kalau dulu merek asing boleh masukin mobil utuh tanpa pajak (0%) biar pasar ramai, sekarang aturannya tegas: “Kalau mau dapet jatah diskon pajak, lu harus bangun pabrik dan rakit di sini!”

    Merek kayak Henry yang cuma modal impor doang? Ya wasalam. Mereka harus bayar pajak full (Bea Masuk, PPnBM, dll). Harganya yang dulu katanya “murah banget,” sekarang jadi “mahal banget tapi kualitas tetep gitu-gitu aja.”

    Modus Cuci Gudang yang Jadi Bumerang

    Karena tahu di 2026 pajak bakal naik gila-gilaan, banyak dealer Henry di akhir 2025 kemarin gas pol jualan pakai embel-embel: “Sikat sekarang sebelum harga naik!”

    Masalahnya, banyak yang udah bayar, tapi unitnya malah ketahan di pelabuhan pas masuk 2026 karena dealer nggak sanggup bayar pajaknya yang mendadak normal. Konsumen pun kena ghosting massal.

    “Anak Emas” vs “Anak Tiri”

    Di 2026 ini, pemerintah jelas-jelas pilih kasih (dalam arti positif buat kita). Mobil listrik yang dirakit di Indonesia (kayak Wuling, Hyundai, atau BYD yang udah punya pabrik) tetep dapet subsidi dan insentif.

    Nah, si Henry ini jadi kayak “anak tiri” yang nggak dapet uang jajan. Jadi, buat apa orang beli mobil Henry yang pajaknya mahal, mending beli mobil lokal yang harganya lebih masuk akal dan jelas bengkelnya.

    Cara Pemerintah Ngusir Dealer Nakal

    Kebijakan stop insentif ini sebenarnya cara halus pemerintah buat ngusir dealer-dealer “hantu” atau importir yang cuma cari untung sesaat.

    Pemerintah pengennya kalau kita beli mobil listrik, ya yang ada investasinya di sini. Jadi kalau rusak, ada sparepart-nya. Dealer Henry yang cuma modal “jual putus” nggak bakal tahan lama lawan aturan ini.

    Pemerintah lagi ngajakin kita buat “Pinter Pilih-pilih.” Berhentinya insentif buat mobil impor di 2026 ini adalah alarm keras kalau mobil merek Henry dkk itu investasi yang sangat berisiko.

    Makanya, Kalau ada yang masih nawarin Henry murah di 2026, tanyain aja: “Ini harganya udah termasuk pajak normal 2026 belum? Atau jangan-jangan unitnya masih nyangkut di pelabuhan?” Biar kita gak kena tipu guys

    -TE

  • Lagi ramai lagi nih soal mobil ini nih! Hati-hati ya, jangan sampai niat mau gaya pakai mobil listrik murah di 2026, malah jadi donatur tetap buat oknum penipu. Yuk, kita bedah modusnya!”

    image source: gridoto

    Masalah utamanya adalah modus penipuan yang pakai nama Henan Henry atau Henrey Mincar. Bayangin aja, mereka nawarin mobil listrik baru dengan harga di bawah Rp100 juta, bahkan ada yang bilang cuma Rp50 jutaan. Padahal di tahun 2026 ini, harga segitu buat mobil listrik baru yang beneran layak jalan itu hampir mustahil. Banyak orang yang sudah setor DP atau malah lunas, tapi unitnya nggak pernah datang alias fiktif.

    Banyak yang ngaku-ngaku jadi dealer resmi Henrey, padahal mereka cuma modal akun media sosial dan foto-foto dari luar negeri. Di komunitas otomotif lagi ramai dibahas kalau dealer-dealer model begini nggak punya kantor fisik yang jelas. Jadi, pas ada masalah atau konsumen mau klaim unit, mereka tiba-tiba “hilang” atau blokir kontak.

    Buat yang beneran dapet unitnya (lewat importir umum), masalahnya nggak berhenti di situ. Di awal 2026 ini, banyak pemilik yang pusing karena Sparepart Ghaib jadinya customer maau ganti komponen kecil aja harus nunggu berbulan-bulan karena nggak ada stok di Indonesia. Selain itu, bengkel-bengkel juga bingung. Bengkel umum belum banyak yang berani pegang sistem kelistrikan merek Henry ini karena nggak ada panduan resminya.

    Jadi, Kalau ketemu iklan mobil Henry yang harganya “terlalu indah untuk jadi nyata,” mendingan skip aja. Jangan sampai uang tabungan kamu malah jadi “donasi” buat penipu. Cek dulu ke komunitas resmi atau cari dealer yang punya gedung fisik yang jelas!

    -TE

  • image source: klook

    Untuk kalian pecinta seafood, nah kalo kalian ke Singapura boleh ni coba mampir ke beberapa resto seafood dibawah ini!

    JUMBO Seafood

    image source: tripadvisor

    Ini sih udah paling ikonik! Wajib pesen Chilli Crab atau Black Pepper Crab-nya. Mereka punya beberapa cabang, yang di Riverside Point asik banget suasananya pinggir sungai. 

    Palm Beach Seafood Restaurant

    imagesource: SGFoodonFoot

    Lokasinya deket Marina Bay Sands (MBS), jadi bisa makan enak sambil liat pemandangan keren. Cobain juga Cereal Prawns-nya yang renyah dan gurih.

    Seafood by the River (Boat Quay)

    image source: quandoo

    Sepanjang Boat Quay banyak banget pilihan. Tempatnya outdoor (al fresco), jadi bisa chill sambil nikmatin angin sepoi-sepoi sungai dan skyline Singapura.

    Jiao Cai Seafood (Yishun Park Hawker Centre)

    image source: entreekibbles

    Ke sini wajib coba Sambal Stingray-nya (ikan pari bakar sambal). Disajikan di atas hotplate panas, pedesnya nendang abis!

    Mellben Seafood (Ang Mo Kio)

    image source: supportsingaporelocalbusiness

    Tempatnya biasa aja, tapi orang lokal tahu ini jagoannya kepiting. Yang paling terkenal itu Claypot Crab Vermicelli Soup (sup bihun kepiting di claypot). Kuahnya rich banget!

    Rong Guang BBQ Seafood (Bedok Market Place)

    image source: mustsharegoodthings

    Pilihan seafood-nya macem-macem, ada scallop, udang, kerang, dll. Harganya terjangkau dan rasanya autentik.

    Apa kalian tertarik untuk mencoba?

    -TE