• imagesource: kabarmegapolitan

    Dulu banget, film ini tuh cuma web series pendek di YouTube yang disponsori salah satu brand otomotif. Tapi karena ceritanya deep banget, akhirnya dibikin versi film panjangnya. Eh, malah sukses besar sampai borong Piala Citra. Sekarang pas masuk Netflix, langsung jadi rebutan buat ditonton ulang.

    Istri yang Turun dari Langit

    Bayangin kamu lagi asik hidup berantakan di Italia—begadang terus, makan sembarangan, pokoknya nggak sehat deh. Terus tiba-tiba muncul cewek cakep (Sore) yang bilang, “Hai, gue istri lo dari masa depan.” Si Sore ini datang bukan buat pamer, tapi buat “ngospek” si Jonathan biar hidup bener. Kenapa? Karena di masa depan, si Jonathan ini diceritakan meninggal gara-gara penyakit akibat gaya hidupnya. Jadi si Sore rela balik ke masa lalu demi nyelatin nyawa suaminya. Sweet banget, kan?

    Ditambah lagi, syutingnya di Italia, visualnya tuh aesthetic parah. Tiap frame bisa banget kamu screenshot buat jadi wallpaper HP.

    Kalian udah nonton belum?

    -TE

  • imagesource: whatsnewindonesia

    Club Italiano yang baru saja buka di Grand Hyatt Jakarta memang sedang jadi bahan pembicaraan hangat di kalangan pecinta kuliner fine dining dan sosialita.
    Berbeda dengan restoran Italia tradisional yang biasanya bernuansa hangat dan rustic, Club Italiano tampil dengan gaya kontemporer dan elegan. Mengandalkan estetika minimalis namun mewah dengan pencahayaan yang dramatis, cocok banget buat kamu yang cari tempat dinnerromantis atau pertemuan bisnis formal. Suasananya terasa sangat eksklusif, seolah-olah kamu sedang berada di pusat mode Milan.

    Dapur mereka dipimpin oleh tim koki yang ahli dalam memadukan resep turun-temurun Italia dengan teknik presentasi modern. Menu andalan mereka adalah pasta segar yang dibuat langsung (handmade) setiap hari dan pilihan seafood yang diolah dengan gaya mediterania modern.  Mereka punya koleksi wine Italia yang sangat kurasi dan cocktail unik yang hanya tersedia di sana.

    Lokasi Strategis, Berada di dalam Grand Hyatt Jakarta, restoran ini menawarkan akses mudah di jantung kota (Bundaran HI). Beberapa area di restoran ini memberikan pemandangan ikonik kota Jakarta yang sangat cantik saat malam hari.

    Sangat disarankan untuk melakukan reservasi melalui situs resmi Grand Hyatt atau platform pemesanan meja lainnya karena tempat ini sering penuh, terutama di akhir pekan.

    Gimana? Tertarik untuk coba?

    -TE

  • imagesource: jawapos

    Cimol Keju Barito ini emang lagi jadi “bintang” baru yang bikin orang rela antre panjang. Bahkan, diakhir tahun 2025, pamornya makin meroket.

    Kenapa Bisa Viral?

    Berbeda dari cimol biasa, cimol ini punya isian keju yang sangat melimpah. Teksturnya kenyal di luar tapi begitu digigit, kejunya lumer atau sering disebut “nge-crot” oleh para foodies. Kamu bisa pilih berbagai varian bumbu tabur seperti balado, barbeku, asin pedas, hingga ayam bawang.
    Mereka mengklaim sebagai pelopor cimol keju di Jakarta, sehingga banyak yang penasaran membandingkan rasanya dengan cimol bojot lainnya. 

    Lokasinya ada di Blok M Hub, Jakarta Selatan. Posisinya cukup strategis, yaitu di tangga bawah, tepat di seberang OO Donuts (yang juga sering antre). Biasanya mulai buka dari jam 14.00 atau 15.00 sampai 22.00 WIB. 

    Untuk harga, harganya masih sangat terjangkau buat kantong pelajar maupun pekerja. Kisarannya antara Rp15.000 hingga Rp25.000.  Tersedia juga versi beku (frozen) dengan harga sekitar Rp35.000 buat kamu yang mau bawa pulang untuk digoreng sendiri di rumah. 

    Tapi, siap-siap ya! Antreannya bisa memakan waktu 30–40 menit, terutama saat sore hari atau akhir pekan.

    Tertarik untuk mencoba?

    -TE

  • imagesource: kompas.com

    Di sekolah kita belajar kalau nuklir itu bahaya (ingat Chernobyl atau Fukushima). Tapi itu adalah Fisi Nuklir (pembelahan atom berat seperti Uranium).

    Cara Kerja Matahari Buatan (Fusi), Ia melakukan kebalikannya. Dua atom ringan (isotop Hidrogen) dipaksa bersatu menjadi satu atom Helium.  Proses penggabungan ini melepaskan energi yang jutaan kali lebih kuat daripada membakar batu bara atau gas alam. Di Januari 2026 ini, China berhasil membuktikan bahwa kita bisa mengontrol “ledakan bintang” ini dalam tabung raksasa tanpa hancur.

    Matahari buatan tidak butuh tambang batubara atau sumur minyak. Deuterium – Bisa diekstraksi dari air laut. Stoknya di bumi cukup untuk memberi energi bagi seluruh manusia selama miliaran tahun. Tritium -Bisa diproduksi di dalam reaktor itu sendiri menggunakan Lithium (bahan baterai HP kita). Selama kita punya lautan, kita punya listrik. Inilah alasan kenapa di 2026, negara-negara besar mulai sadar bahwa ketergantungan pada fosil akan segera berakhir.

    Hasil sampingan fusi adalah Helium. Helium bukan gas rumah kaca, tidak beracun, dan tidak radioaktif. Kita bisa memakainya untuk balon udara atau peralatan medis (MRI). Reaksi fusi sangat sensitif. Jika ada gangguan sedikit saja (misalnya gempa bumi atau kebocoran), plasma akan mendingin seketika dan reaksi berhenti otomatis. Tidak ada risiko ledakan radioaktif seperti reaktor fisi tradisional.

    Kalau teknologi ini sudah stabil, bayangkan dunia di mana energi hampir gratis. Gak ada lagi perang rebutan minyak, dan semua kendaraan listrik (EV) benar-benar bersih 100% karena listriknya bukan dari batubara lagi.

    -TE

  • imagesource: youtube

    Reaktor EAST (Experimental Advanced Superconducting Tokamak) di Hefei telah melakukan sesuatu yang selama puluhan tahun dianggap mustahil secara teori fisika.

    Selama bertahun-tahun, para ilmuwan di seluruh dunia terkendala oleh Batas Greenwald(Greenwald Limit). Ini adalah ambang batas kepadatan plasma yang jika dilewati, biasanya akan menyebabkan plasma menjadi tidak stabil dan reaktor padam. Para peneliti berhasil menjaga plasma tetap stabil pada tingkat kepadatan 1,3 hingga 1,65 kali lipat di atas batas Greenwald. Semakin padat plasmanya, semakin banyak atom yang bertabrakan dan menghasilkan energi. Dengan menembus batas ini, China membuktikan bahwa energi fusi bisa diproduksi dalam jumlah yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya

    Rahasia keberhasilan mereka terletak pada metode baru yang disebut plasma-wall self-organisation. Para ilmuwan mengontrol interaksi antara plasma super panas (suhu jutaan derajat) dengan dinding reaktor agar tetap stabil di kepadatan tinggi. Temuan ini dipublikasikan secara resmi di jurnal bergengsi Science Advances pada 1 Januari 2026, yang memberikan peta jalan bagi reaktor fusi masa depan seperti ITER di Prancis

    Pemerintah China sudah menganggap teknologi ini sangat serius dengan memasukkannya ke dalam Rencana Lima Tahun 2026-2030.

    -TE

  • imagesource: space

    Bayangkan, setelah cuma jadi wacana bertahun-tahun, akhirnya roket raksasa itu benar-benar berdiri tegak di pinggir pantai Florida!

    Perjalanan yang Bersejarah

    17 Januari lalu, roket SLS (Space Launch System) setinggi 98 meter itu keluar dari “garasi” raksasanya (Vehicle Assembly Building) menuju landasan pacu 39B. Roket ini dibawa pakai kendaraan Crawler-Transporter 2 yang super gede. Jalannya cuma 1,3 km/jam! Jarak 6,5 km saja butuh waktu hampir 12 jam.  Saat ini, tim teknisi NASA lagi sibuk menghubungkan kabel dan pipa bahan bakar untuk persiapan tes terakhir.

    Siapa Saja yang ke Bulan?

    Berikut beberapa kru Artemis 2 yang berangkat:

    • Reid Wiseman (Komandan): Pemimpin misi yang bakal bawa tim ini pulang-pergi dengan selamat.
    • Victor Glover (Pilot): Bakal jadi orang kulit berwarna pertama yang pergi ke Bulan.
    • Christina Koch (Spesialis Misi): Bakal jadi perempuan pertama dalam sejarah yang terbang ke orbit Bulan.
    • Jeremy Hansen (Spesialis Misi): Astronot dari Kanada, menjadikannya orang non-Amerika pertama yang meninggalkan orbit Bumi. 

    Misinya Ngapain Aja?

    Sebenarnya, Artemis II itu “tes jalan” atau test drive. Mereka bakal terbang mengitari Bulan lalu balik lagi ke Bumi dalam waktu sekitar 10 hari. Misi ini bakal membawa manusia ke titik terjauh yang pernah dicapai dari Bumi, bahkan lebih jauh dari misi Apollo dulu. Mereka harus memastikan sistem pendukung kehidupan (oksigen, air, suhu) di kapsul Orion benar-benar aman sebelum misi Artemis III (yang beneran mendarat) dijalankan tahun 2027 atau 2028.

    Apa yang Harus Ditunggu Sebentar Lagi?

    Wet Dress Rehearsal (Awal Februari): Ini adalah latihan “gladi bersih” di mana roket bakal diisi penuh dengan bahan bakar cair super dingin. Kalau tes ini lulus, lampu hijau buat meluncur langsung menyala.

    Target Peluncuran: NASA menargetkan paling cepat 6 Februari 2026. Kalau cuaca buruk atau ada kendala teknis, mereka masih punya cadangan waktu sampai April.

    Nah, bulan depan, kita bakal lihat Live Streaming 4K langsung dari orbit Bulan! Siap-siap kuota internet ya! 

    -TE

  • Bayangin aja di awal 2026 ini, teknologi sudah bukan cuma soal HP atau laptop lagi, tapi sudah sampai “angkut barang” ke luar angkasa.

    imagesource: therundownai

    Ada beberapa proyek yang ambisius:

    Pusat Data di Orbit Project Suncatcher

    Google lagi tes kirim pusat data atau server AI ke orbit Bumi. Kenapa repot-repot dibawa ke atas?

    • Listrik Gratis & Unlimited: Di luar angkasa, matahari nggak pernah “tenggelam”. Jadi panel suryanya bisa dapat tenaga 8 kali lipat lebih gede daripada di Bumi.
    • AC Paling Dingin Sedunia: Server itu kan gampang panas. Nah, di luar angkasa yang hampa dan dingin itu, mereka nggak butuh sistem pendingin mahal. Tinggal biarin aja, adem sendiri!
    • Gak Lemot Lagi: Jadi, data satelit nggak usah dikirim jauh-jauh ke markas di Bumi dulu buat diproses. Langsung dianalisis di atas, hasilnya baru dikirim. Lebih sat-set!

    Dokter AI – Crew Medical Officer Digital Assistant (CMO-DA)

    Astronot yang berangkat ke Mars itu nggak bisa video call dokter di Bumi kalau tiba-tiba sakit, karena sinyalnya bisa telat (delay) sampai 20 menitan. Keburu parah kan?

    • AI Serba Bisa: NASA bareng Google bikin CMO-DA. Ini semacam “asisten pintar” yang bisa dengerin keluhan suara, baca hasil USG, sampai kasih saran pengobatan secara mandiri.
    • Kejadian Nyata: Januari 2026 ini baru aja ada kabar astronot misi Crew-11 terpaksa pulang dari stasiun ruang angkasa (ISS) gara-gara sakit yang diagnosanya kurang jelas di sana. Makanya, keberadaan “Dokter AI” ini jadi makin mendesak banget buat segera kelar.
    • Akurat Banget: Walaupun cuma program, AI ini sudah dites dan akurasinya sampai 80-88% buat diagnosa masalah kayak sakit telinga atau cedera kaki. Lumayan banget kan daripada nebak-nebak sendiri?

    Nantinya, teknologi “Dokter AI” yang bisa kerja tanpa internet kenceng ini bakal dipakai buat daerah-daerah terpencil di Indonesia yang susah akses dokter spesialis. Jadi, kita yang di Bumi juga kebagian kerennya!

    Gimana, kebayang nggak kalau nanti kita bisa konsultasi kesehatan ke AI yang sepintar dokter astronot?

    -TE

  • imagesource: desktopdocumentaries

    Bosen baca buku? Kamu bisa nonton tontonan kayak gini sering banget disebut sebagai terapi visual karena dampaknya yang langsung kena ke mental.

    Berikut beberapa rekomendasinya ya!

    Stutz

    Kalau buku Filosofi Teras ngajarin teori Stoik, Stutz ini adalah praktek nyatanya di dunia modern. Biasanya sesi terapi itu rahasia, tapi di sini aktor Jonah Hill ngebuka sesi terapinya sama Dr. Phil Stutz. Uniknya, Dr. Stutz pakai kartu-kartu gambar (visual) buat ngejelasin solusi masalah mental. Dia ngebahas konsep The tools. Salah satunya adalah gimana kita harus nerima kalau hidup itu bakal selalu punya 3 hal: rasa sakit (pain), ketidakpastian (uncertainty), dan kerja keras terus-menerus (constant work). Cocok banget buat Kamu yang lagi merasa stuck, cemas, atau pengen punya “alat” praktis buat ngatur suasana hati saat lagi down.

    The Playbook

    Kalau kamu suka tantangan dan pengen punya mental pemenang kayak atlet kelas dunia, dokumenter ini juaranya.  Isinya bukan soal cara main bola atau basket, tapi soal “aturan hidup” (rules for life) yang dipake pelatih legendaris kayak Jose Mourinho atau Doc Rivers. Setiap pelatih punya aturan emas. Misal: “Jangan biarkan kekalahan kemarin mengacaukan kemenangan hari ini.” Mereka ngajarin gimana caranya memimpin tim (atau dirimu sendiri) di bawah tekanan yang luar biasa tinggi. Cocok buat Kamu yang pengen belajar kepemimpinan (leadership), disiplin, dan cara bangkit setelah gagal total.

    Minimalism: A Documentary About the Important Things

    Tontonan ini adalah “kakak” dari buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat.

    Dokumenter ini ngajak kita ngeliat orang-orang yang tadinya punya segalanya (harta, karier hebat) tapi merasa hampa, lalu mutusin buat hidup minimalis.  Intinya bukan cuma soal buang-buang barang, tapi soal “Love people, use things. Because the opposite never works.” Kita diingetin kalau kebahagiaan itu nggak ada di dalam kotak paketan belanja online, tapi di pengalaman dan hubungan antar manusia. Cocok buat amu yang merasa capek sama gaya hidup konsumtif, merasa rumah kepenuhan barang, atau pengen hidup lebih bermakna dengan hal-hal yang lebih sedikit.

    Apa Kamu tertarik untuk nonton referensi diatas?

    -TE

  • imagesource: blogbankmega

    Ini dia tiga buku tambahan yang juga bisa kamu baca!

    Psychology of Money by Morgan Housel

    Buku ini unik karena tidak mengajarkan cara baca grafik saham atau investasi yang rumit. Housel justru bilang kalau sukses finansial itu 80% adalah perilaku dan 20% adalah pengetahuan.

    Masalah terbesar dalam keuangan adalah saat “tiang gawang” keinginan kita terus bergeser. Kalau sudah punya banyak, tapi tetap merasa kurang karena membandingkan diri dengan orang lain, itu resep buat hancur. Rich (kaya) adalah apa yang kita lihat (mobil mewah, jam tangan mahal), tapi Wealth (makmur) adalah aset yang tidak terlihat (tabungan, investasi) yang memberi kita kebebasan waktu. Fokuslah menabung tanpa alasan khusus. Kamu tidak perlu menunggu ada rencana beli rumah untuk menabung. Tabungan itu ibarat “asuransi” terhadap ketidakpastian hidup di masa depan

    Deep Work by Cal Newport

    Di era tahun 2026 yang penuh dengan notifikasi AI dan media sosial, kemampuan untuk fokus pada satu hal tanpa gangguan adalah keterampilan yang sangat langka dan mahal harganya.

    Shallow work itu kayak balas email atau rapat gak penting—bikin sibuk tapi nggak bikin kamu maju. Deep work adalah kerja keras yang menuntut konsentrasi penuh dan menghasilkan nilai tinggi. Kalau kamu lagi fokus, lalu tiba-tiba cek HP cuma 30 detik, otakmu butuh waktu lama (bisa 20 menit) untuk kembali ke level fokus yang sama. Jadwalkan waktu khusus (misal 2 jam di pagi hari) untuk mematikan semua notifikasi dan benar-benar fokus ke satu tugas paling sulit. Jangan biarkan siapapun mengganggu di jam tersebut.

    Ikigai by Héctor García & Francesc Miralles

    Buku ini membawa kita ke Desa Ogimi di Okinawa, Jepang, tempat orang-orangnya paling panjang umur di dunia. Ternyata rahasianya bukan cuma makanan sehat, tapi karena mereka punya “Ikigai” atau alasan untuk bangun di pagi hari. Orang Jepang di sana tidak kenal kata “pensiun”. Mereka tetap melakukan aktivitas yang mereka sukai sampai tua, yang membuat otak dan tubuh tetap awet muda.

    Belajar mencintai ketidaksempurnaan. Daripada stres mencari kesempurnaan hidup, lebih baik menikmati proses dan keunikan yang ada sekarang. Coba cari titik temu antara 4 hal ini dalam hidupmu: Apa yang kamu cintai? Apa yang kamu kuasai? Apa yang dunia butuhkan? Dan apa yang bisa menghasilkan uang buat kamu? Itulah Ikigai-mu.

    Gimana menurutmu referensi buku-buku ini? Ada yang bikin kamu tertarik kah?

    -TE

  • imagesource: persmagenera

    Berikut beberapa buku lain yang bs jadi referensi kamu untuk dibaca!

    Atomic Habits by James Clear

    Buku ini ngebongkar rahasia kenapa kita sering gagal diet atau olahraga. James Clear bilang, jangan fokus ke hasil akhirnya (kayak pengen kurus 10kg), tapi fokus ke sistem kecilnya. Contohnya, Kalau mau rajin baca buku, taruh bukunya di atas bantal pas pagi hari. Jadi pas mau tidur, bukunya sudah di depan mata. Itu namanya bikin kebiasaan jadi “kelihatan”.  1% lebih baik tiap hari itu jauh lebih keren daripada langsung gas pol tapi cuma tahan seminggu.

    Filosofi Teras by Henry Manampiring

    Ini buku wajib buat kamu yang sering overthinking atau gampang baper sama omongan orang. Om Piring (panggilan penulisnya) ngenalin ajaran Stoic dengan gaya bahasa anak Jakarta. Contohnya, Kamu lagi kena macet parah. Marah-marah gak bakal bikin macetnya ilang, kan? Yang bisa kamu kontrol cuma reaksi kamu, misal dengan dengerin podcast biar gak stres. Pisahin mana yang bisa kamu kontrol (pikiran & tindakanmu) dan mana yang nggak (opini orang, cuaca, macet). Fokus ke yang bisa kamu kontrol aja biar hidup lebih tenang.

    Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat by Mark Manson

    Judulnya emang rada kasar, tapi isinya daging banget. Manson bilang hidup itu pasti ada masalahnya, jadi daripada sibuk cari cara biar nggak dapet masalah, lebih baik cari “masalah” mana yang menurutmu berharga buat diperjuangin. Contohnya, Kamu pengen sukses bisnis tapi takut gagal atau takut dikatain orang. Nah, di sini kamu harus “bodo amat” sama omongan orang dan rasa takut itu, demi mencapai tujuan yang lebih penting. Hidup ini singkat. Jangan habisin energi buat mikirin hal-hal sepele yang sebenernya gak ngaruh ke masa depanmu. Jadi, “bodo amat”-nya itu lebih ke arah selektif milih prioritas.

    Gimana? Dari tiga ini, mana yang rasanya cocok buat Kamu?



    -TE