
Di level negara, AI ini bukan cuma soal asisten virtual, tapi soal game changer yang bisa bikin ekonomi kita lompat jauh ke depan, tapi juga bisa bikin sebagian orang kelimpungan
Berikut sedikit bahasan dari sisi positif dan negatifnya!
Sisi Positif
Yang bikin makin produktif. Ini bagian yang bikin para menteri ekonomi senyum lebar.
1. Kerja Makin Sat-Set
- Bayangin gudang logistik yang tadinya butuh 50 orang buat pack barang, sekarang cukup 5 orang mengawasi robot yang lari-lari sendiri 24 jam. Hasilnya? Barang lebih cepat sampai, biaya kirim murah, dan perusahaan Indonesia bisa “ngegas” saingannya di luar negeri. Semua jadi serba cepat dan efisien!
2. Ide Bisnis Baru yang Out of The Box
- AI ini kayak mesin ide nggak ada matinya. Contoh paling gampang di dunia perbankan: Dulu UMKM susah pinjam duit ke bank. Sekarang, pakai AI, data pinjaman bisa dicek kilat, duit cair cepat. Ini bikin ekonomi muter lebih kencang di sektor-sektor baru yang sebelumnya nggak kejamah.
3. Ekonomi Nasional “Naik Kelas”
- Kalau semua perusahaan makin efisien dan inovatif, ekonomi Indonesia secara keseluruhan bakal makin kuat. Kita bisa jadi negara maju lebih cepat dari perkiraan, karena produktivitas rata-rata kita jumpscare naiknya.
Sisi Negatif
Ini bagian yang bikin kita harus pasang sabuk pengaman.
1. Ada yang Kena PHK Massal (Jangka Pendek)
- Ini PR paling gede. AI datang, kerjaan lama hilang. Masalahnya, orang yang kerjaannya hilang (misal: tukang ketik data) nggak bisa langsung besoknya jadi insinyur robot. Ada gap waktu di mana mereka nganggur. Ini yang bikin ngeri.
2. Si Kaya Makin Kaya, Si Miskin Makin.…
- Yang pinter soal AI, digital, dan teknologi, gajinya bakal meroket. Yang kerjanya gampang diganti mesin, gajinya jalan di tempat, atau malah hilang. Kesenjangan sosial bisa makin jauh jurangnya kalau nggak diatur.
3. Pemerintah Harus Siap Sedia “Payung Sebelum Hujan”
- Masa transisi ini tricky. Pemerintah nggak bisa diam aja. Mereka perlu siapin “dana darurat” buat bantu orang yang lagi nyari kerja baru (macam program Kartu Prakerja).Bahkan ada ide yang lebih gila lagi, kayak Pajak Robot (perusahaan pakai robot, bayar pajak, duitnya buat bantu manusia) atau Gaji Pokok Universal(semua warga dapet duit bulanan dari negara, kerja atau nggak kerja).
Jadi, intinya, AI itu kesempatan emas buat Indonesia, tapi kita kudu pinter-pinter ngaturnya biar yang untung bukan cuma segelintir orang atau perusahaan gede aja. Keseimbangan antara ngegas inovasi dan jaga stabilitas sosial itu kuncinya.
Gimana? Apakah kamu siap menghadapi zaman AI ini?
-TE
Leave a comment