
image source: byd singapore
Kalau kita bahas lebih lanjut soal BYD yang jadi raja baru mobil listrik di Indonesia, ini sebenarnya menarik banget. Mereka sukses besar karena “taktik perangnya” beda dari merek lain.
Berikut adalah bahasan kenapa BYD (M6, Atto 3, dan Dolphin) bisa laku keras dan mendominasi pasar:
Target ke segmen keluarga BYD M6
Jurus paling jitu BYD. Mereka sadar betul kalau orang Indonesia itu suka banget mobil keluarga (MPV 7-seater).
BYD M6 hadir sebagai mobil listrik MPV pertama yang serius dan terjangkau di pasaran. Merek lain masih sibuk jualan SUV 5-seater atau city car kecil.
Keluarga Indonesia yang pengen beralih ke listrik langsung punya pilihan yang make sense buat mudik atau jalan-jalan bareng keluarga besar. Ini yang bikin penjualannya langsung meledak dan jadi model paling fenomenal.
Kombinasi Harga dan Kualitas Baterai
BYD nggak cuma jual murah, tapi jual teknologi yang bikin tenang.
- Blade Battery: Ini yang paling penting. Baterai mereka (Blade Battery) diklaim super aman dan tahan banting. Di tengah isu risiko kebakaran baterai di tahun 2026, jaminan keamanan ini bikin konsumen lebih percaya diri beli BYD.
- Harga Kompetitif: Karena sudah rakitan lokal (CKD) dan menguasai hampir 57% pangsa pasar, BYD bisa menekan harga jual Atto 3 dan Dolphin jadi sangat kompetitif, ngalahin merek Jepang atau Korea.
Jaringan Dealer yang Gercep
Belajar dari kasus Henry, BYD langsung bangun jaringan dealer yang masif dan jelas di seluruh Indonesia. Jadi, konsumen jadi yakin kalau beli BYD, mereka nggak akan kesulitan cari bengkel atau sparepart di masa depan. Jaminan purna jual ini yang bikin orang nggak ragu buat beli.
Desain yang “Masuk” Selera Indonesia
Desain mobil BYD juga lumayan luwes dan nggak terlalu aneh. Dolphin yang hatchback modern atau Atto 3 yang SUV futuristik, desainnya diterima dengan baik di pasar. Nggak terlalu polarizing kayak beberapa desain EV lain yang terlalu “kartun” atau terlalu kaku.
BYD sukses besar karena mereka jeli melihat kebutuhan pasar Indonesia (mobil keluarga MPV), ngasih jaminan keamanan baterai yang dicari-cari, dan punya jaringan dealer yang meyakinkan. Dengan pangsa pasar hampir 60% EV yang masuk di Indonesia.
Kira-kira, menurutmu apa yang bikin merek lain (kayak Hyundai atau Wuling) susah ngejar dominasi BYD ini?
-TE
Leave a comment