image source: kompas

La Niña “Lemah” tapi Berasa

Walaupun judulnya La Niña “lemah”, tapi jangan disepelekan. Efeknya ke kita di Indonesia itu kayak dapet “bonus” hujan yang nggak abis-abis.

Kenapa harus waspada? Karena hujannya nggak cuma sering, tapi juga ekstrem. Buat yang sering lewat jalur rawan banjir atau genangan di kota-kota besar, harus ekstra sabar karena Januari-Februari ini puncaknya. Karena hujan terus, petani cabai atau bawang sering pusing karena tanamannya gampang busuk. Jadi jangan kaget kalau harga sambal di warung atau pasar bisa agak “pedas” juga harganya.

Bumi Lagi “Demam” Parah (1,46°C)

Angka 1,46°C itu kedengarannya kecil, tapi buat Bumi itu kayak kita lagi demam tinggi yang nggak turun-turun.

Kok Bisa Panas? Padahal ada La Niña yang biasanya bikin adem, tapi karena polusi dan gas rumah kaca makin numpuk, efek “pendingin” dari alam jadi nggak mempan. Kalau lagi nggak hujan, panasnya bakal kerasa nyengat banget (panas kentang-kentang kalau orang bilang). Istilah kerennya Urban Heat Island kota jadi kayak oven karena aspal dan beton nyimpen panas.

Tahun ini tuh kayak kita lagi diuji buat adaptasi. Jas hujan atau payung wajib ada di tas/bagasi motor. Jangan cuma buat gaya, tapi emang cuaca lagi nggak bisa ditebak. Cuaca yang gonta-ganti (pagi panas terik, sore hujan badai) itu lahan subur buat flu dan batuk. Jangan lupa vitamin dan banyak minum air putih. Karena suhu rata-rata makin naik, tagihan listrik buat AC atau kipas angin kemungkinan besar bakal naik juga tahun ini.

Kita harus pinter-pinter jaga kesehatan dan pantau terus info cuaca biar nggak terjebak macet gara-gara banjir!

Waspada selalu ya teman-teman!


-TE

Posted in

Leave a comment