imagesource: desktopdocumentaries

Bosen baca buku? Kamu bisa nonton tontonan kayak gini sering banget disebut sebagai terapi visual karena dampaknya yang langsung kena ke mental.

Berikut beberapa rekomendasinya ya!

Stutz

Kalau buku Filosofi Teras ngajarin teori Stoik, Stutz ini adalah praktek nyatanya di dunia modern. Biasanya sesi terapi itu rahasia, tapi di sini aktor Jonah Hill ngebuka sesi terapinya sama Dr. Phil Stutz. Uniknya, Dr. Stutz pakai kartu-kartu gambar (visual) buat ngejelasin solusi masalah mental. Dia ngebahas konsep The tools. Salah satunya adalah gimana kita harus nerima kalau hidup itu bakal selalu punya 3 hal: rasa sakit (pain), ketidakpastian (uncertainty), dan kerja keras terus-menerus (constant work). Cocok banget buat Kamu yang lagi merasa stuck, cemas, atau pengen punya “alat” praktis buat ngatur suasana hati saat lagi down.

The Playbook

Kalau kamu suka tantangan dan pengen punya mental pemenang kayak atlet kelas dunia, dokumenter ini juaranya.  Isinya bukan soal cara main bola atau basket, tapi soal “aturan hidup” (rules for life) yang dipake pelatih legendaris kayak Jose Mourinho atau Doc Rivers. Setiap pelatih punya aturan emas. Misal: “Jangan biarkan kekalahan kemarin mengacaukan kemenangan hari ini.” Mereka ngajarin gimana caranya memimpin tim (atau dirimu sendiri) di bawah tekanan yang luar biasa tinggi. Cocok buat Kamu yang pengen belajar kepemimpinan (leadership), disiplin, dan cara bangkit setelah gagal total.

Minimalism: A Documentary About the Important Things

Tontonan ini adalah “kakak” dari buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat.

Dokumenter ini ngajak kita ngeliat orang-orang yang tadinya punya segalanya (harta, karier hebat) tapi merasa hampa, lalu mutusin buat hidup minimalis.  Intinya bukan cuma soal buang-buang barang, tapi soal “Love people, use things. Because the opposite never works.” Kita diingetin kalau kebahagiaan itu nggak ada di dalam kotak paketan belanja online, tapi di pengalaman dan hubungan antar manusia. Cocok buat amu yang merasa capek sama gaya hidup konsumtif, merasa rumah kepenuhan barang, atau pengen hidup lebih bermakna dengan hal-hal yang lebih sedikit.

Apa Kamu tertarik untuk nonton referensi diatas?

-TE

Posted in

Leave a comment